Pencemaran-Lingkungan_eonmask2.

Jaga Bumi dari Pencemaran Lingkungan dengan Masker Kain

EONMASK, Jakarta – Masker medis yang sekali pakai dinilai masker yang aman digunakan untuk mencegah penularan virus Covid 19. Limbah masker yang sekali pakai ini masuk ke dalam limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) dan juga termasuk limbah infeksius.

Pengelolaan limbah masker tidak bisa sembarangan, terlebih limbah masker dari penyitas Covid 19. Jika membuang limbah masker sembarangan, maka akan berpotensi pencemaran lingkungan.

Masker yang sekali buang ternyata membuat permasalahan baru di lingkungan. Pembuangan masker sekali pakai dapat menyebabkan berbagai risiko, seperti menyebabkan penyebaran virus, berpengaruh pada kehidupan hewan dan tumbuhan, serta kelangsungan ekosistem di bumi.

Macam-macam Pencemaran Lingkungan

Pada umumnya, pencemaran lingkungan terjadi karena aktivitas manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Seperti industri minuman yang memiliki limbah, dan limbah tersebut berpotensi pencemaran lingkungan.

Terdapat 3 macam pencemaran lingkungan, yaitu pencemaran lingkungan udara, tanah, dan air. Pencemaran lingkungan terjadi ketika polutan (zat yang menyebabkan pencemaran) masuk ke dalam udara, tanah, dan juga air.

Seperti halnya masker sekali pakai yang sembarangan dibuang, akan membuat pencemaran lingkungan, baik di udara, tanah, dan air. Mengapa demikian?

Saat masker bekas pakai dibuang sembarangan, berpotensi akan menyebarkan virus yang bersifat aerosol di udara. Selain itu, limbah masker juga tidak mudah terurai di tanah dan di air.

Dampak Pencemaran Lingkungan

Banyak dampak yang diciptakan dari membuang masker sekali pakai untuk lingkungan. Seperti, kasus  hewan memakan masker bedah, karena ia tidak dapat membedakan antara makanan dan sampah. Banyak pula hewan yang kakinya terjerat oleh tali elastis pada masker.

Dikutip dari kabar24.bisnis.com, “Masker memasuki lautan saat dikotori atau dibuang sembarangan, saat sistem pengelolaan limbah tidak memadai atau bahkan tidak ada, dan ketika sistem pembuangan kewalahan karena peningkatan volume limbah.”

Sebuah berita di CNN Indonesia menyebutkan bahwa terdapat sebuah insiden yang menjadi berita utama di Inggris, seekor burung camar diselamatkan oleh RSPCA di kota Chelmsford setelah kakinya tersangkut di tali masker sekali pakai selama seminggu.

RSPCA diberi tahu setelah burung itu terlihat oleh warga, tidak bergerak tetapi masih hidup, dan mereka membawanya ke rumah sakit satwa liar untuk perawatan sebelum dilepaskan.

Pencemaran-Lingkungan_eonmask21
Kaki burung yang terikat oleh sampah masker.

Cara Menanggulangi Pencemaran Lingkungan

Cara menanggulangi pencemaran lingkungan tentang masker ini adalah dengan memakan masker kain yang dapat dicuci ulang dan dipakai berkali-kali. Bawalah setidaknya 1 atau 2 masker kain di tas selama berkegiatan di luar rumah. Jadi, apabila masker yang dipakai sudah melebihi dari 4 jam, atau masker kotor, kamu akan dapat segera mengganti masker. Ini memungkinkan kamu akan mengurangi limbah masker yang ada di lingkungan.

Baca artikel lainnya: 5 Cara Membantu Stres Pada Anak Selama Pandemi Covid 19

Bayangkan, bagaimana jika ada 50, 100, 200 atau ribuan orang yang seperti ini? Sampah masker sekali pakai akan berkurang. Antara.com menyebutkan bahwa masker bedah lebih diperuntukkan bagi orang sakit atau tenaga medis di masa pandemi covid 19 ini. Pilihlah masker kain yang nyaman dan digunakan, dan juga mengikuti syarat masker SNI, di mana tingkat BFE (Bacterial Filtration Efficiency) di ambang batas lebih dari 60%, dan memiliki setidaknya 2 lapis kain.

Sebagai informasi, masker Eonmask memiliki nilai BFE lebih dari 98%. Selain sudah memenuhi syarat masker SNI, Eonmask juga nyaman dan aman digunakan. Baca lebih lanjut tentang spesifikasi masker kain Eonmask di sini. Follow Instagram @eonmask agar kamu tetap update dengan produk Eonmask, yuk. Miliki masker kain Eonmask, dengan pemesanan langsung di sini.

 

Source img: BBC.com dan edition.cnn.com

Scroll to top